JAWA

Tour De Serepp Kota Tua Jakarta

Perjalanan seru dan santai naik sepeda keliling kota Tua Jakarta, sambil menikmati suguhan bangunan tua dan lokasi lokasi menarik mulai dari era VOC hingga era Kekinian. Perjalanan akan dimulai dari Toko Merah-Jembatan Kota Intan-Mural Kota Tua- Km 0 Batavia-Museum Bahari-Pelabuhan Sunda Kelapa- Marina Batavia dan berakhir di Acaraki CafeJamu. Siapkan sepedamu, dan sampai bertemu di Tour de SEREPP

Tour de SEREPP Perjalanan seru ini, uppps bukan perjalanan, tapi persepedaan seru ini dimulai di Mepo (meeting point ) di Kali Besar , kita akan bertemu di depan gallery wayang Makutharama , Kali Besar yang dulu berwarna hitam , bau dan kotor ; sekarang sudah berubah wajah menjadi cantik , yang hanya dinikmati dengan memandang nya saja . Mengawali perjalanan gowes kita dari Kali Besar sambil pemanasan berhenti di Toko Merah , bangunan berwarna merah tentu nya yang bersejarah menyimpan banyak cerita masa lalu yang kurang nyaman di ceritakan , tetapi itulah kenyataan sejarah yang terjadi . Lanjut kita gowes ke Jembatan Kota Intan , banyak yang bertanya mana sich intan nya dan kenapa kota intan , karena dulu di jaman nya VOC , kota benteng Batavia ini pernah menjadi pusat perekonomian yang ternama di east India / India timur dulu disebut nya , atau disebut juga sebagai Queen of the East, tentunya kalau sudah berhubungan dengan Queen perhiasan yang dipakainya pasti dari Intan/diamond. Sehingga nama itu di kembalikan menjadi Jembatan Kota Intan , setelah berganti nama dari jaman ke jaman. Lanjut kita melalui sedikit area atau wilayah dimana kontras nya kota Jakarta dari yang pernah disebut intan sampai kepemukiman di kolong jalan tol , ….. hemm …. Pemandangan yang mungkin belum pernah kita lihat secara langsung apabila kita tengok ke kanan dan ke kiri . Melewati mural-mural yang ada di sekitaran wilayah jalan ekor kuning dekat dengan bangunan Galangan yang sekarang menjadi restaurant , kita menyebrang dan tiba di Menara miring syahbandar ; ga hanya Italy saja yang punya Menara miring , Jakarta juga punya Menara Syahbandar yang mengawali cerita kita sebelum masuk ke museum Bahari . Sisa dinding kota benteng Batavia masih nampak kokoh dan kita wajib berfoto diatas nya , semoga anak cucu kita masih bisa melihat sisa benteng Batavia yang hanya tersisa kira-kira seratusan meter ini. Bangunan ex.gudang rempah-rempah dari abad ke-18 ; rempah-rempah yang jadi penyebab kita dijajah 350 tahun , katanya instagramable untuk kita kunjungi dan berfoto , gowes kita bisa masuk juga ke dalam nya dan sedikit beristirahat sambil menikmati air mineral yang kita bawa, jangan sampai kita dehidrasi akibat asik bergowes. Dari museum Bahari kita siap blusukan melintasi kampung Luar Batang dan menemukan masjid yang terkenal dengan cerita Habib Husein bin Alydrus yang keramat karena cerita-cerita magis nya yang tidak bisa di nalar logika dan di ceritakan terus menerus dari generasi ke generasi di wilayah kampung Luar Batang ini, dari cara pemakaman sang Habib Husien sampai cerita penggusuran kampung luar batang di jaman gubernur Ahok. Melintasi kampung Luar Batang , kampung deret yang sekarang terlihat lebih rapih dari slum area tetap saja kita melintasi wilayah yang sangat padat penduduk nya, itu lah cermin kota Jakarta yang sebenar nya. Akhir nya kita mencapai jalan raya setelah blusukan ke kampung Luar Batang , saat nya gowes menuju Pelabuhan Sunda Kelapa . Ha … apa lagi ini kita sampai di Pelabuhan dengan perahu-perahu Pinisi nya , kenapa kita perlu tahu dan mengunjungi Pelabuhan ini , karena pelabuhan ini adalah cikal bakal dari ada nya kota Jakarta, tanpa ada nya pelabuhan ini , mungkin ga ada yang nama nya kota Jakarta . wah bisa dibayangkan kalau jadi pindah ibukota Indonesia ke Kalimantan , ga da lagi kota Pelabuhan nanti, yang ada adalah kota pegunungan , sangat kontras ibukota Indonesia kita yach . Bicara dengan suasana kota Jakarta yang bukan saja majemuk, tetapi kontras nya Ibukota Jakarta , mari kita lanjut kan gowes kita ke Batavia Marina , dan jangan lupa kita akan menikmati ice cream gelato buatan sendiri dan bercerita tentang kontras nya kehidupan dan pemandangan yang baru saja kita nikmati dari melihat kapal-kapal tradisional , sekarang melihat kapal-kapal mewah dan kapal katamaran yang sering berlayar ke Kepulauan Seribu. Bangga dengan Kepulauan Seribu karena hanya ibukota Jakarta adalah satu-satu nya ibukota negara yang memiliki kepulauan. Rehat sejenak di Batavia Marina, seperti nya enggan Kembali pulang , serasa waktu begitu singkat untuk Kembali ke destinasi kita yang terakhir , yaitu Acaraki , wah apa lagi ini , sekarang waktu nya kita minum jamu. Untuk sebagian kaum millennial , sudah terbayang jamu itu rasa nya pahit , tapi pahit itu ga harus sedih kan …. He he … di acaraki kita akan mengembalikan energi kita dengan minum jamu kekinian , minuman jamu yang diramu dan disajikan sangat berbeda dengan jamu yang kita bayang kan , sulit untuk di kata-kan seperti apa rasa nya , yang pasti mantap , OK banget dan dilarang ketagihan. Akhir kata , kita akhiri juga perjalanan cerita gowes kita berkeliling Kota Tua Jakarta dan sampai jumpa di rute-rute berikut nya , terima kasih , love gowesers …..