Perayaan Waisak di Borobudur 2020

PRICE

Rp.2,870,175,- /person

ACTIVITY LEVEL

MINIMUM AGE

15 y/o

DURATION

3 Days

GROUP SIZE

2-3 person

START

Airport atau Hotel

FINISH

Airport atau Hotel

REVIEWS


No review yet, Join this trip and be the first reviewer.

Perayaan Waisak di Borobudur 2020

Perayan Wisak di Borobudur selalu menjadi destinasi bagi para wisatawan atau umat Budha yang ingin melaksanakan ibadah. Tidak hanya akan diajak melihat perayaan Waisak di Borobudur mengikuti meriahnya pelepasan laampion di malam harinya. Traveler akan diajak mengelilingi kota Yogyakarta juga. Traveler akan diajak menikmati Street food Malioboro, Melihat pertunjukan wayang kulit, Lava Tour Merapi, Memakai Pakaian Jawa Di Kota Gede, dan mengunjungi Desa Wisata Gamplong.

ITINERARY

DAY 1. Penjemputan di bandara – Street food Malioboro – Melihat pertunjukan wayang kulit Peserta tiba di Bandara Jogja dan dijemput oleh guide kami yang ramah. Sore ini anda akan menikmati pengalaman lokal otentik di Yogyakarta dengan mencicipi makanan di sekitar Malioboro yang bergaya angkringan. Angkringan adalah warung di pinggir jalan, yang mana bisa menikmati kopi atau makanan sambil duduk di karpet yang diletakkan di bawah tenda di sepanjang jalan. Yang menarik dari makanan jalanan ini adalah Kopi Jos (kopi arang). Namanya berasal dari suara mendesis yang membuat gumpalan arang terbakar saat mengenai cairan kopi. Jangan lupa untuk mencoba kuliner khas dari Yogyakarta yaitu Gudeg. Gudeg biasanya disajikan dengan krecek panas (kulit sapi), telur pindang (telur), tahu dan tempe bacem, ayam opor atau bacem, dan areh gurih yang memberikan sensasi luar biasa ketika Anda memakannya . Setelah menikmati kuliner di sekitaran Malioboro, anda akan melihat pertunjukan wayang kulit di Museum Sonobudoyo. Seni pertunjukan ini telah berusia lebih dari lima abad. Pertunjukan ini menyuguhkan kisah Ramayana dan Mahabharata, dan dapat menjadi sebuah renungan dan memahami filosofi kehidupan Jawa. DAY 2. Lava Tour Merapi - Prosesi Waisak Hari ini, anda akan menikmati pemandangan dan sekaligus memacu adrenalin dengan naik Jeep tour Merapi. Tujuan pertama anda akan mengunjungi museum sederhana yang didirikan oleh keluarga kecil (Bapak Kimin dan Ibu Wati). Museum tersebut sebenarnya adalah rumah mereka. Rumah ini terkena dampak letusan Merapi pada tahun 2010. Selama tur, Anda akan melewati beberapa desa yang terkena dampak letusan Merapi. Di desa-desa ini, Anda akan melihat bangunan yang ditinggalkan di tengah-tengah ladang. Setelah itu, anda akan mengujungi Batu Besar atau disebut batu Batu Alien. Batu yang dulunya yang terlempar keluar dari gunung berapi selama letusan. Batu besar unik ini menyerupai wajah manusia. Selama tur ini, Anda akan mengunjungi ke tepi tebing di mana Anda dapat melihat salah satu sungai besar di sekitar Merapi. Perhentian jeep terakhir adalah di bunker. Anda bisa menikmati pemandangan sekitar dan dapat berswafoto di depan Bunker Merapi. Setelah menikmati tur dengan Jeep Merapi, pukul 02.00 siang Anda akan melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Saat itu, prosesi perjalanan dari Mendut ke Candi Borobudur telah dimulai. Umat Buddha akan berkumpul di Candi Borobudur untuk berdoa. Saat prosesi waisak terdapat berbagai macam persembahan mulai dari lilin, bunga, dan dupa dari para jemaat ditempatkan di altar yang berada tepat di depan patung Buddha yang megah. Saat malam menjelang, kemegahan Candi Borobudur semakin semarak oleh cahaya lilin yang menjadi salah satu unsur penting upacara. Menyambut persiapan detik-detik Waisak di Candi Borobudur, ribuan lentera Puja akan dilepaskan ke langit sebagai perlambang pencerahan bagi seluruh alam semesta. Sebelum melepaskan lampion ke angkasa, jemaat akan menghaturkan doa dan harapannya kepada Tuhan. Para bhiksu akan memimpin tiap kelompok untuk mulai menyalakan sumbu di dalam lampion sebelum melepaskan lampion-lampion hingga memenuhi langit di pelataran Candi Borobudur. DAY 3. Prosesi Waisak - Memakai Pakaian Jawa Di Kota Gede – Desa Wisata Gamplong - Transfer Out Setelah penerbangan lampion yang selesai pada pukul 01.00 WIB, akan ada persiapan menjelang detik-detik waisak. Umat Buddha akan menyanyikan lagu malam suci Waisak lalu dilanjutkan dengan doa, renungan Waisak lalu meditasi. Detik-detik waisak berlangsung pada waktu dini hari. Setelah detik-detik Waisak berlalu, meditasi selesai dan penutupan. Setelah itu anda akan kembali ke hotel untuk beristirahat. Pada siang hari, anda akan mengunjungi Makam Raja-Raja Mataram Kuno di Kotagede. Di tempat ini Anda akan mengenakan pakaian tradisional Jawa untuk masuk ke makam. Setelah itu, Anda akan diajak mengunjungi Pasar Tradisional Kotagede. Di pasar ini terdapat aktivitas perdagangan penduduk lokal dan tawar-menawar harga yang lazim ditemui di pasar tradisional. Selain itu, Kotagede terkenal dengan produksi peraknya. Anda akan mengunjungi salah satu tempat kerajinan perak dan dapat melihat aksesoris peraknya. Selanjutnya, menuju ke Desa Wisata Gamplong. Desa ini masih sangat asri khas perkampungan yang sejuk dengan potensi kerajinan tenun yang diproses secara tradisional. Tidak hanya terkenal dengan potensi kerajinannnya, disana terdapat Studio Alam Gamplong. Studio Alam Gamplong dibangun oleh Mooryati Sudibyo dan sutradara terkenal Hanung Bramntyo. Studio Alam ini awalnya dibangun untuk mensupport kebutuhan syuting Film Sultan Agung “The Untold Story” di Jogjakarta. Suasana yang dibangun dan dikonsep di studio alam ini berlatar suasana di abad ke 16 yang begitu klasik dan dibuat mirip dengan kraton Kartosuro. Studio Gamplong ini tentunya menjadi destinasi wisata yang memiliki latar tempat yang apik, tempat ini juga bisa menjadi alternatif tempat belajar sejarah dan kebudayaan Mataram Islam. Kunjungan ke Studio Gamplong menutup tur anda kali ini. Sekarang anda akan diantar menuju bandara untuk pulang ke kota anda. Sampai bertemu di tur selanjutnya!