JAWA

Jalur Leluhur Bromo Tengger

Keindahan Gunung Bromo yang berada di dalam kawasan Gunung Semeru memang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Gunung ini dianggap suci oleh masyarakat Tengger, suku yang mendiami wilayah Gunung Bromo. Banyak cara menuju Gunung Bromo seperti menggunakan jeep melalui pegunungan dan padang pasir. Namun kali ini kami ajak dengan cara berbeda dan menantang, yaitu dengan treking melalui jalur leluhur orang Tengger pada masa dahulu sebelum jeep, motor dan kendaraan lain muncul. Selain itu, kita akan melihat langsung kehidupan suku Tengger di Desa Ngadas yang kesehariannya masih kental dengan adat dan tradisi. Selama 2 hari bersama suku Tengger kita tidak hanya menyaksikan keindahan alam yang disajikan, kita pun berinteraksi langsung dengan masyarakat Suku Tengger yang tentunya membuat perjalanan menelusuri kawasan Gunung Bromo terasa begitu berbeda.

Day 1. Siang hari Pk 13.00 kami jemput di kota Malang untuk menuju ke Desa Ngadas. Desa ini berada di ketinggian 2200 meter di atas permukaan laut yang membuat udara terasa dingin dan sejuk. Sore tiba di Desa Ngadas disambut ramah oleh warga desa dan hangatnya teh dan kopi. Sangat tenang dan nyaman dengan suasana desa suku Tengger ini. Kamu akan diajak keliling desa sambil mendengarkan sejarah serta adat budaya setempat. Malamnya bersama tuan rumah, kamu akan diajak ke dapur untuk menghangatkan di depan perapian sambil menikmati kopi Klethuk, kopi panas tanpa gula yang dinikmati bersama gula aren yang diklethuk. Bagi mereka, situasi seperti itu akan menjalin keakraban. Tak hanya itu, menurut mereka pun, dengan membawa ke dapur, itu suatu simbol keterbukaan tanpa ada ditutup-tutupi. Day 2. Pagi hari di Desa Ngadas, waktunya berkeliling kampung Ngadas melihat kesibukan warga Tengger mulai pagi buta. Selepas sarapan Pk 07.00 kita memulai treking menuju kawasan Bromo. Jalur leluhur ini biasa digunakan oleh warga untuk ke Bromo. Sepanjang perjalanan kita akan menemui petilasan, tempat leluhur beristirahat dan makan. Di beberapa lokasi kita akan menemui tetamping atau sesaji berupa makanan, jajanan dan lauk yang dibungkus daun. Di tempat finish yaitu tempat ritual di Widodaren terdapat gua yang merupakan tempat memuja yang disakralkan. Perjalanan sekitar tujuh kilometer dengan waktu tempuh 3 jam. Selepas makan siang di Widodaren, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan jeep yang sudah siap membawa kita melewati padang pasir Bromo. Kita akan mengexplore Kawah Bromo, sunrise point, pasir berbisik, bukit teletubies, pohon berjodoh dan kemudian kembali ke Desa Ngadas. Setelah itu kami antar kembali ke kota Malang.